Melakukan Aktivitas Pengukuran Kebugaran Jasmani


Petunjuk Pelaksanaan Tes
1. Lari 50 meter
a. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan
b. Alat dan fasilitas: 1) Lintasan lurus, datar, rata, tidak licin, berjarak 50 meter, dan masih mempunyai lintasan lanjutan, Bendera start, 2) Peluit, 3) Tiang pancang,
4) Stopwatch, 5) Serbuk kapur, 6) Formulir, 7) Alat tulis
c. Petugas tes: 1) Juru keberangkatan, 2) Pengukur waktu merangkap pencatat hasil
d. Pelaksanaan:
1) Sikap permulaan: peserta berdiri di belakang garis sWDUW.
2) Gerakan:
a) pada aba-aba “Slap” peserta mengambil sikap start berdiri, siap untuk Iari ,
b) pada aba~aba “Ya” peserta Iari secepat mungkin menuju garis finish, menempuh jarak meter.
3) Lari masih bisa diulang apabila:
(a) pelari mencuri start, (b) pelari tidak me-lewati garis finish, (c pelari terganggu dengan pelari yang lain.
4) Pengukuran waktu: pengukuran waktu dilakukan dan saat bendera diangkat sampai pelari melintasi garis finish.
e. Pencatat hasil
1) Hasil yang dicatat adatah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 50 meter, dalam satuan waktu detik.
2) Waktu dicatat satu angka di belakang koma.
a. Tes gantung angkat tubuh 60 detik untuk putera:
1) Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot tengan dan otot bahu
2) Alat dan fasilitas:
(a) Lantai rata dan bersih,
(b) palang tunggal yang dapat diatur tinggi rendahnya sesuai dengan peserta.
(c) stopwatch,
(d) serbuk kapur atau magnesium karbonat, (e) alat tulis.
3) Petugas tes:
(a) pengamat waktu,
(b) penghitung gerakan merangkap pencatat hasil
4) Pelaksanaan:
(a) sikap permulaan : peserta berdiri di bawah palang tunggal Kedua tangan berpegangan pada palang selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap ke arah letak kepala.
5) Gerakan:
(a) mengangkat tubuh dengan membengkokan kedua lengan, sehingga dagu menyentuh atau berada di atas palang tunggal, kémudian kembali ke sikap permulaan. Gerakan ini dihitung satu kali,
(b) selama melakukan gerakan, mulai dari kepala sampai ujung kaki tetap merupakan satu garis lurus, (c) gerakan ini dilakukan berulang-ulang, tanpa istirahat, sebanyak mungkin, selama 60 detik.
6) Angkatan dianggap gagal dan tidak dihitung apabila;
(a) pada waktu mengangkat badan ada gerakan mengayun,
(b) pada waktu mengangkat badan posisi dagu lebih rendah dari palang tunggal dan;
(c) pada waktu kembali ke sikap permulaan kedua lengan tidak lurus.
7) Pencatatan hasil: (a) yang dihitung adalah angkatan yang diIakukan dengan sempurna,
(b) yang dicatat adalah jumlah (frekuensi) angkatan yang dapat dilakukan dengan sikap sempurna tanpa istirahat selama 60 detik,
(c) peserta yang tidak mampu melakukan tes angkatan tubuh ini, walaupun telah berusaha, diberi nilai 0 (nol).
b. Tes gantung siku tekuk, untuk putri
1) Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot lengan dan otot bahu.
2) Alat dan fasilitas terdiri dari: (a) lantai rata dan bersih, (b) palang tunggal yang dapat diatur tinggi rendahnya sesuai dengan peserta. (c) stopwatch, (d) serbuk kapur atau magnesium karbonat, (e) alat tulis.
3) Petugas tes: pengukur waktu merangkap pencatat hasil.
4) Pelaksanaan: Palang tunggal dipasang dengan ketinggian sedikit di atas kepala peserta.
5) Sikap permulaan: peserta berdiri di bawah palang tunggal, kedua tangan berpegangan pada palang tunggal selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap ke arah kepala.
6) Gerakan: dengan bantuan tolakan kedua kaki, peserta meloncat ke atas sampai dengan mencapai sikap tergantung siku tekuk, dagu berada di atas palang tunggal.
7) Pencatatan hasil: Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh peserta untuk mempertahankan sikap tersebut di atas, dalam satu satuan waktu detik.
Catatan:
Peserta yang tidak dapat melakukan sikap di atas dinyatakan gagal, diberi nilai 0 (nol)
3. Baring duduk 60 detik
a. Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan. dan ketahanan otot perut.
b. Alat dan fasilitas: 1) lapangan rumput yang rata dan bersih, 2 stopwatch; 3) alat tulis; 4) alas / tikar/matras jika diperlukan.
c. Petugas tes
1) Sikap permulaan: berbaring terlentang di lantai atau rumput kedua lutut ditekuk dengan sudut ± 90°, kedua tangan kiri dan kanan diletakkan di samping telinga.
2) Petugas/peserta lain memegang atau menekan kedua pergelangan kaki agar kaki tidak terangka.
3) Gerakan: a) gerakan aba-aba “Ya” peserta didik bergerak mengambil posisi duduk sampai kedua sikunya menempel kedua paha, kemudian kembali pada posisi permulaan, b) gerakan ini dilakukan berulang-ulang dengan cepat tanpa istirahat, selama 60 detik.
Catatan:

(1) gerakan tidak dihitung jika tangan tidak berada di samping telinga. (2) kedua siku tidak sampai menyentuh paha.
(3) mempergunakan sikunya untuk membantu menolak tubuh.
4) Pencatatan hasil: (1) hasil yang dihitung dan dicatat adalah jumlah gerakan baring duduk yang dapat dilakukan dengan sempurna selama 60 detik, (2) peserta yang tidak mampu melakukan tes baring duduk ini, diberi nilai 0 (nol).
4. Loncat Tegak
a. Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur tenaga HNsSWosiI
b. Alat dan fasilitas: 1) papan berskala sentimeter, warna gelap, berukuran 30 x 150 cm, dipasang pada dinding yang rata atau tiang. Jarak antara lantai dengan angka 0 (nol) pada skala 150 cm. 2) serbuk kapur, 3) alat penghapus papan tulis, 4) alat tulis
c. Petugas tes: pengamat dan pencatat hasil
d. Pelaksanaan
1) Sikap permulaan: a) terlebih dahulu ujung tangan peserta diolesi dengan serbuk kapur atau magnesium karbonat, b) peserta berdiri tegak dekat dinding, kaki rapat, papan skala berada di samping kiri atau kanannya. Kemudian, tangan yang dekat dinding diangkat lurus ke atas telapak tangan ditempelkan pada papan berskala sehingga meninggalkan bekas raihan jarinya.
2) Gerakan: a) peserta mengambil awalan dengan posisi menekukkan lutut dan kedua lengan diayun ke belakang. Kemudian peserta meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan dengan tangan yang terdekat sehingga menimbulkan bekas, b) lakukan tes ini sebanyak 3 kali tanpa istirahat atau diselingi oleh peserta lain.
e. Pencatatan hasil
1) Selisih raihan loncatan dikurangi raihan tegak
2) Ketiga selisihan raihan dicatat
3) Ambil nilai tertinggi
5. Lari 1.000 meter untuk putra, dan 800 meter untuk putri
a. Tujuan: tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan jantung peredaran darah dan pernapasan.
b. Alat dan fasliltas: 1) lintasan lari 1.000 meter untuk putra dan 800 meter untuk putri; 2) stopwatch; 3) bendera start; 4) peluit; 5) tiang pancang; 6) alat tulis.
c. Petugas tes: 1) petugas keberangkatan; 2) pengukur waktu; 3) pencatat hasil;
4) pembantu umum. d. Pelaksanaan
1) Sikap permulaan: peserta berdiri di belakang garis start.
2) Gerakan:
a) Pada aba-aba “SlAP”, peserta mengambil sikap start berdiri untuk lari.
b Pada aba-aba ³<A´, peserta langsung menuju ganis finish menempuh jarak 1.000 meter.
Catatan:
(1) Lari diulang bilamana ada pelari mencuri start ( Lari diulang bilamana pelari tidak melewati garis finish 
e. Pencatatan hasil: 
1) pengambilan waktu dilakukan dan saat bendera diangkat sampai pelari tepat melintasi garis finish , hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 1000 meter. Waktu dicatat dalam satuan dan detik.
Contoh penulisan:
Seorang pelari dengan hasil waktu 3 menit 12 detik ditulis 3”12”.
Petunjuk Penilaian
Penilaian tingkat kesegaran jasmani bagi remaja umur 13-15 tahun dilakukan dengan merujuk pada tabel nilai (untuk menilai prestasi dan masing-masing butir tes dan tabel norma (untuk menentukan klasifikasi tingkat kesegaran jasmani .
Tabel Nilai
Tabel 1 Tabel Nilai Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Remaja Usia 13-15 Tahun Putra

Tabel 2 Tabel Nilai Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Remaja Usia 13-15 Tahun Putri

Tabel Norma
8ntuk mengklasifikasi tingkat kesegaran jasmani remaja yang telah mengikuti Tes Kesegaran Jasmani Indonesia dipergunakan norma seperti tertera pada Tabel 3, yang berlaku untuk putra dan putri.
Tabel 3 Norma Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Remaja Umur 13-15 Tahun Putra dan Putri
Cara Menilai
1. Hasil Kasar
Prestasi setiap butir tes yang dicapai oleh remaja umur 13-15 tahun yang telah mengikuti tes disebut hasil kasar. Tingkat kesegaran jasmani anak tidak dapat dinilai secara langsung berdasarkan prestasi yang telah dicapai karena satuan ukuran yang dipergunakan masing-masing butir tes tidak sama.
a. Untuk butir tes lari dan tes gantung siku tekuk mempergunakan satuan uku- ran waktu (menit dan detik).
b. Untuk butir tes baring duduk dan gantung angkat tubuh, menggunakan satuan ukuran jumlah ulangan gerak (beberapa kali).
c. Untuk butir tes loncat tegak, menggunakan satuan ukuran tinggi (sentimeter)
2. Nilai
Hasil kasar yang masih merupakan satuan ukuran yang berbeda-beda
tersebut, perlu diganti dengan satuan ukuran yang sama, satuan ukuran pengganti adalah “nilai”. Nilai tes kesegaran jasmani peserta diperoleh dengan mengubah hasil kasar setiap butir tes menjadi nilai terlebih dahulu.
Setelah hasil kasar setiap butir tes diubah menjadi nilai, langkah berikutnya adalah menjumlahkan nilai-nilai dari kelima butir tes tersebut. Hasil penjumlahan tersebut rnenjadi dasar untuk menentukan klasifikasi kesegaran jasmani remaja umur 13-15 tahun tersebut. Contoh Penggunaan Tabel Nilai dan Norma seorang peserta bernama Sutarno, jenis kelarnin laki-laki umur 14 tahun, telah melakukan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia dengan hasil sebagai berikut.
1. Penggunaan tabel nilai
Hasil tersebut di atas pada kolom 3, masih merupakan hasil kasar. Oleh karena itu hasil kasar dan semua butir tes harus diberi nilai, sehingga hasil dari kelima butir tes itu mempunyai nilai yang seragam. Nilai masing - masing butir tes pada kolom 4, diperoleh dari Tab & Nilai (Tabel 1).
2. Penggunaan tabel norma
8ntuk melihat klasifikasi kesegaran jasmani bagi yang telah mengikuti tes adalah dengan cara mencocokkan jumlah nilai dari kelima butir tes dengan tabel norma.

Demikian artikel kali tentang Melakukan Aktivitas Pengukuran Kebugaran,semoga artikel ini bermanfaat.Sekian Terimakasih.

0 Response to "Melakukan Aktivitas Pengukuran Kebugaran Jasmani"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel