Materi Pembelajaran Melalui Aktivitas Senam Lantai

Materi Pembelajaran Melalui Aktivitas Senam Lantai
https://pjok.guruindonesia.id---Senam merupakan jenis olahraga yang mengakar pada kebudayaan Yunani kuno dalam menyembah dewa Zeus. Pada permulaan abad ke-20, senam mulai diperkenalkan sebagai salah satu cabang olah tubuh yang kemudian menjadi populer di berbagai Negara. Dalam masa perkembangannya, senam kemudian membagi dirinya ke dalam beberapa jenis spesifik. Satu di antaranya adalah senam lantai atau biasa juga dikenal dengan istilah ÀooU H[HUFisH. Apa yang dimaksud dengan senam lantai? Secara sederhana, senam ini sama saja dengan pengertian senam pada umumnya. Sama seperti namanya, senam ini dilakukan di atas lantai tanpa bantuan alat apapun kecuali matras yang bisa digunakan jika diinginkan.

Sejarah senam secara umum, tentu tak bisa lepas dari peranan bangsa Yunani. Namun jika mengulas mengenai sHMDUDK sHQDP lDQWDi secara mendetil, maka mungkin kita seharusnya mengambil awalan dari Cina kuno sebab sejak 2700 Sebelum Masehi,
mereka telah mengenal beberapa bentuk sederhana dari senam lantai yang dahulu dilakukan di biara-biara dan bukan sebagai sebuah senam tetapi bagian dari langkah pengobatan dan juga bela diri. Catatan mengenai gerakan sederhana dari senam lantai ini bisa dijumpai dari kitab peninggalan Khong Hu Cu yang banyak bercerita mengenai gerakan-gerakan tertentu yang dilakukan dengan tujuan pengobatan.
Sejarah senam lantai lainnya tak bisa lepas dari negeri Taaj Mahal, India. Negeri yang satu ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu rumah sejarah pengobatan dengan metode pernafasan dan gerakan tubuh. Langkah pengobatan ini tidak lepas dari kepercayaan keagamaan yang dianut di India. Salah satu warisan India yang erat kaitannya dengan sejarah senam lantai adalah yoga. Jika Anda cermati, gerakan dasar pada yoga memiliki kesamaan dengan senam lantai misalnya saja gerakan kayang dan semacamnya. Yoga dahulu dipercaya bukan hanya sebagai penyembuh tetapi juga sarana untuk memuja dewa berdasarkan kepercayaan orang India. Dalam yoga, dituntut adanya kelenturan tubuh serta aliran napas yang dinamis seperti yang dijumpai pada senam lantai modern.

Sejarah senam lantai juga bisa dijumpai pada tulisan atau gambar yang ada di Piramida Mesir. Dalam fitur salah satu keajaiban dunia tersebut terdapat banyak kisah yang diceritakan dalam bentuk gambar oleh nenek moyang Mesir. Mereka bercerita soal kehidupan mereka termasuk di dalamnya beberapa gerakan olahraga sederhana yang identik dengan senam lantai. Bahkan, beberapa peneliti menyimpulkan bahwa dari apa yang mereka gambarkan, terlihat bahwa nenek moyang mesir mengenal gerakan-gerakan yang hampir serupa dengan yoga di India juga gimnastik Jerman kuno yang mencakup di dalamnya gerakan-gerakan sederhana yang ada pada senam lantai. Berdasarkan fakta-fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah senam lantai bukanlah hal yang dimulai dari abad ke-20 tetapi jauh melampaui tahun-tahun sebelum itu. Nenek moyang kita telah lama mengenal gerakan yang juga dikenal dalam senam lantai dewasa ini meskipun masih dalam ciri yang terlampau sederhana.
A. Gerak Spesifik Senam Lantai
1. Gerakan Spesifikasi Meroda

Gerakan meroda merupakan gerakan memutar badan dengan sikap awali menyamping arah gerakan dan tumpuan berat badan ketika berputar menggunakan kedua tangan dan kaki. Teknik gerakan meroda dapat dilakukan sebagai berikut (lihat Gambar: 6.1).
( Posisi awal : berdiri sikap menyamping arah gerakan kedua kaki dibuka selebar bahu dan kedua lengan terentang serong atas.
( Gerakan: bila gerakan diawali tangan kiri, letakkan telapak tangan kiri pada matras yang diikuti kaki kanan terangkat lurus ke atas, Saat tangan kanan diletakkan pada matras, kaki kiri terangkat lurus ke atas, hingga badan membentuk berdiri dengan tangan. Turunkan dengan cepat kaki kanan pada matras disusul terangkatnya tangan kiri dari matras dan kaki kiri mendarat matras.
( Akhir gerakan: berdiri sikap menyamping arah gerakan dengan posisi kedua kaki terbuka selebar bahu, sikap kedua lengan terentang serong atas di samping telinga.

Gambar 6.1 Gerakan meroda.
2. Gerakan Spesifik Guling Lenting
Gerakan guling lenting merupakan gerak melecutkan kedua kaki ke depan atas setelah tengkuk menempel matras dengan sumber gerakan dari pinggang. Gerakan ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut (lihat Gambar :6.2)
( Posisi awal posisi jongkok menghadap matras (arah gerakan , kedua telapak tangan di atas matras, pandangan ke depan.
( Gerakan: angkat pinggul dan masukkan kepala di antara kedua lengan yang ditekuk keluar, saat tengkuk menempel matras, lecutkan kedua kaki ke depan hingga keduanya mendarat pada matras dengan ujung telapak kaki agak rapat,
( Akhir gerakan berdiri dengan kedua kaki agak rapat, pinggang melenting ke belakang, kedua lengan lurus ke atas di samping telinga. Pandangan ke depan atas.

Gambar 6.2 Gerakan guling lenting.
B. Variasi Gerak Spesifik Meroda dan Guling Lenting
Variasi dan kombinasi adalah melakukan beberapa bentuk gerak spesifik dengan berbagai cara, seperti melakukan gerak spesifik meroda, guling lenting dari posisi jongkok, berdiri, dan melangkah, baik secara perorangan, berpasangan maupun kelompok.
Akhir dari pembelajaran variasi dan kombinasi gerak spesifik adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan menanamkan nilai disiplin, menghargai perbedaan, tanggung jawab, dan kerja sama.
Selama kegiatan pembelajaran peserta didik diberikan kesempatan mengemuka- kan kesulitan atau menanyakan pada gurunya atau temannya. Jawaban yang mereka dijadikan sebagai bahan untuk memperbaiki dan mengatasi kesulitan yang dialamin- ya , berikut bentuk pembelajarannya.
1. Aktivitas Bertumpu dengan Tangan pada Pinggiran Bangku Panjang

Tahapan Pembelajaran
( Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar . .
( Lakukan seperti contoh pe- ragaan.
( Rasakan saat melakukan ge- rakan tersebut.
( Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
( Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
Gambar .Bertumpu dengan tangan pada pinggiran bangku panjang
( Fokus perhatian kedua lengan lurus.
Gambar 6.3 Bertumpu dengan tangan pada pinggiran bangku panjang
2. Aktivitas Menurunkan Kaki Satu per Satu Dibantu Teman (Guru), dari Posisi Berdiri dengan Kedua Lengan
Tahapan Pembelajaran
( Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar: 6.4.
( Lakukan seperti contoh peragaan.
( Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
( Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
( Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
( Fokus perhatian kedua lengan lurus.
Gambar 6.4 Menurunkan kaki satu per satu dibantu teman (guru , dari posisi berdiri dengan kedua lengan
3. Aktivitas Menurunkan Tangan Satu per Satu ke Matras/ Lantai dari Sikap
Menyamping Hingga Posisi Berdiri dengan Tangan, dibantu Teman (Guru)
Tahapan Pembelajaran
( Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar: 6.5.
( Lakukan seperti contoh peragaan.
( Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
( Bandingkan gerakan yang kamu.
( Lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
( Gerakan mana yang mudah fokus perhatian kedua lengan lurus.
Gambar 6.5 Menurunkan tangan satu per satu ke matras/ lantai dari sikap menyampmg hingga posisi berdiri dengan tangan, dibantu teman (guru 
4. Aktivitas Gerak Meroda
Tahapan Pembelajaran
( Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar: 6.6.
( Lakukan seperti contoh peragaan.
( Rasakan saat me-lakukan gerakan tersebut.
( Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
( Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
( Fokus perhatian kedua lengan lurus.
Gambar 6.6 Gerakan meroda.
5. Aktivitas Melentingkan Pinggang dari Posisi Tidur Terlentang
Tahapan Pembelajaran
( Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar: 6.7.
( Lakukan seperti contoh peragaan.
( Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
( Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
( Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
( Fokus perhatian pada pinggang melenting.
Gambar 6.7 Melentingkan pinggang dari posisi tidur terlentang.
6. Aktivitas Gerakan Melecutkan Kedua Kaki dari Sikap Tidur Telentang dan Kedua Tangan Berpegangan dengan Teman yang Membantunya
Tahapan Pembelajaran
( Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar: 6.8.
( Lakukan seperti contoh peragaan.
( Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
( Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
( Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
( Fokus perhatian gerak melecut kaki dan pinggang melenting.
Gambar 6.8 Gerakan melecutkan kedua kaki dari sikap tidur telentang dan kedua tangan berpegangan dengan ternan yang membantunya
7. Aktivitas Gerakan Guling Lenting dari Sikap Jongkok, Persiapan: Jongkok Menghadap Arah Gerakan, Kedua Lengan Diletakkan pada Matras, Pandangan ke Depan
Tahapan Pembelajaran
( Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar: 6.9.
( Lakukan seperti contoh peragaan.
( Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
( Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
( Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
( Fokus perhatian gerak melecut kaki dan pinggang melenting.
Gambar 6.9 Gerakan guling lenting dari sikap jongkok.
8. Aktivitas Rangkaian Meroda dan Guling Lenting
Tahapan Pembelajaran
( Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar: 6.10.
( Lakukan seperti contoh peragaan.
( Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
( Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
( Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
( Fokus perhatian pada gerak tidak terputus.
Gambar 6.10 Rangkaian meroda dan guling lenting.
9. Aktivitas rangkaian Guling Depan dan Guling Lenting.
Tahapan Pembelajaran
( Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar: 6.11.
( Lakukan seperti contoh peragaan.
( Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
( Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
( Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
( Fokus perhatian pada gerak tidak terputus.
Gambar 6.11. Rangkaian guling depan dan guling lenting.
10. Aktivitas Gerak Rangkai Guling Depan, Guling Lenting dan Meroda
Tahapan Pembelajaran
( Awali gerak, guling depan dengan baik, setelah gerak guling depan berakhir,
( Lanjutkan dengan gerakan guling lenting, sehingga akhir gerakannya berdiri menghadap arah gerakan,
( Lanjutkan setelah guling lenting dengan gerakan meroda,
( Fokus perhatian pada gerak tidak terputus.
Gambar 6.12. Gerak rangkai guling depan, guling lenting dan meroda.
Dalam pembelajaran dapat dilakukan pemberian skor, baik yang dilakukan sesama teman (SHHU WHDFKiQg atau diri sendiri (sHlI DssHssPHQW), dengan aspek yang diamati ( bekerjasama saat belajar senam lantai ( dapat melakukan posisi awal meroda, ( dapat melakukan gerak meroda, ( dapat melakukan gerak akhir meroda, dan ( bertanggung jawab.
Adapun kriterianya adalah:
(a selalu, apabila selalu melakukan sesuai gerakan,
(b sering, apabila sering melakukan sesuai gerakan dan kadang-kadang tidak melakukan.
(c kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan.
(d tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Demikian lah artikel Materi Pembelajaran Melalui Aktivitas Senam Lantai,semoga artikeol ini bermanfaat bagi anda,jika artikel ini bermanfaat mohon untuk di share.Sekian Terimakasih.

0 Response to "Materi Pembelajaran Melalui Aktivitas Senam Lantai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel