Pembelajaran Atletik Melalui Aktivitas Jalan Cepat


pjok.guruindonesia.id----Atletik yang terdiri dari jalan dan lari dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling tua usianya dan disebut juga sebagai”ibu atau induk” dari semua cabang olahraga dan sering juga disebut sebagai Mother of Sports. Alasannya karena gerakan atletik sudah tercermin pada kehidupan manusia purba. Mengingat jalan, lari, lompat dan lempar secara tidak sadar sudah mereka lakukan dalam usaha mempertahankan dan mengembangkan hidupnya, bahkan mereka menggunakannya untuk menyelamatkan diri dari gangguan alam sekitarnya. Pada tahun 390 SM pembinaan suatu bangsa
dipusatkan pada peningkatan kekuatan isik mengutamakan pertumbuhan menuju bentuk tubuh yang harmonis dan serasi melalui perpaduan kegiatan gymnastik, gramaika, dan musika.

A. Gerak Spesifik Kaki Jalan Cepat
Gerak spesifik kaki jalan cepat, tediri dari beberapa gerakan berikut.
1. Fase Topang Tunggal, merupakan fase menyiapkan percepatan dan termasuk persiapan untuk penempatan kaki dari tungkai yang bebas. Pada fase ini dapat dilakukan dua cara sebagai berikut.
a. Gerak Spesifik Topang Depan, 
Penempatan kaki depan aktif dengan gerak penyiapan ke belakang, fase penambahan sesingkat mungkin, lutut tungkai depan diluruskan, tungkai ayun melewati tungkai topang depan dengan lutut dan tungkai bawah dipertahankan tetap rendah.
Gambar 3.1 Topang depan dengan prinsip dasar gerakan.
b. Gerak Spesifik Topang Belakang, 
Tungkai topang tetap lurus, tungkai topang tetap diluruskan selama mungkin, kaki dari tungkai topang mengarah ke depan dan menggulir sepanjang sisi luar telapak kaki sampai ujung jari kaki, tungkai bebas melintasi tungkai topang dengan lutut dan tungkai bawah dipertahankan agar tetap rendah, kaki depan diletakkan
Gambar 3.2 Topang belakang dengan prinsip dasar gerakan. pada tumit.
2. Fase Topang Ganda (lihat Gambar:
3.3), yakni perlunya mempertahankan kontak dengan tubuh setiap saat, dengan prinsip dasar gerakan sebagai berikut. Kaki depan mendarat dengan lembut pada tumit sedangkan kaki belakang posisi tumit diangkat. Kedua lengan berayun secara bergantian.
Gambar 3.3 Fase topang ganda.
B. Gerakan Spesifik Pendaratan Telapak Kaki
Pendaratan telapak kaki jalan cepat, sebagai berikut (lihat Gambar: 3.4). Kedua kaki ditempatkan sebaris dengan jari kaki mengarah ke depan, sentuhan pada tanah dimulai dari tumit menggulir sepanjang sisi luar kaki, dorongan berasal dari bola kaki dan diikuti oleh menggulirnya ke ujung ibu jari kaki.
Gambar 3.4 Pendaratan telapak kaki jalan cepat,.
C. Gerak Spesifik Gerakan Pinggul
Gerak spesifik gerakan pinggul jalan cepat, adalah menggerakkan pinggul secara wajar dengan berjalan cepat untuk menempatkan kaki dan panjang langkah secara optimum (lihat Gambar 3.5). Gerakan pinggul ke samping dapat dilihat, namun tidak harus berlebihan, Àeksibilitas pinggul dalam jalan cepat sangat penting. Gerakan turun naik pinggul berlawanan dengan gerakan ayunan lengan.
Gambar 3.5 Gerakan pinggul jalan cepat.
D. Gerak Spesifik Gerakan Lengan
Gerak spesifik gerakan lengan jalan cepat, bertujuan untuk mempertahankan momentum ke depan dan menjaga keseimbangan, sebagai berikut (lihat Gambar 3.6). Saat lengan digerakkan, badan bagian atas harus tetap relaks, bahu turun untuk memberi keseimbangan turunnya panggul yang berlawanan, sudut siku ± 900 dan dipertahankan dekat dengan badan. Gerakan kedua tangan bergerak tidak lebih rendah dari pinggang atau lebih tinggi dari bahu.
Gambar 3.6 Gerakan lengan jalan cepat.
E. Variasi Gerak Spesifik Pembelajaran Jalan Cepat
Akhir dari pembelajaran variasi gerak spesifik adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan penanaman nilai disiplin, menghargai perbedaan, tanggung jawab, dan kerja sama. Berikut bentuk pembelajarannya.
1. Aktivitas Pembelajaran Berjalan Biasa (Alami) pada Garis Lurus
Gambar 3.7 Berjalan biasa (alami) pada garis lurus.
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.7,
(2) Lakukan seperti contoh peragaan,
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru,
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan?
(5) Fokuskan perhatian pada langkah kaki.

2. Aktivitas Berjalan Biasa (Alami) pada Tikungan 
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.9,
(2) Lakukan seperti contoh peragaan,
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru,
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan?
(5) Fokuskan perhatian pada langkah kaki.
Gambar 3.9 Berjalan cepat pada garis lurus.
3. Aktivitas Berjalan Cepat Pada Garis Lurus
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.7,
(2) Lakukan seperti contoh peragaan,
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru,
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan?
(5) Fokuskan perhatian pada langkah kaki.
Gambar 3.8 Berjalan biasa (alami) pada tikungan.
F. Aktivitas Gerak Spesifik Jalan Cepat
Gambar 3.10 Koordinasi gerakan.
Akhir dari pembelajaran kombinasi variasi gerak spesifik adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi gerakan, serta penanaman nilai disiplin, menghargai perbedaan, tanggung jawab, dan kerja sama. Pembelajaran sebagai berikut.
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.7,
(2) Lakukan seperti contoh peragaan,
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru,
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan?
(5) Fokuskan perhatian pada gerak langkah kaki, lengan, dan posisi badan.

Dalam pembelajaran dapat dilakukan pemberian skor, baik yang dilakukan sesama teman (peer teaching) atau diri sendiri (self assessment), dengan aspek yang diamati:
(1) Bekerja sama saat belajar berjalan.
(2) Dapat melakukan gerak melangkah.
(3) Dapat melakukan gerak pendaratan kaki.
(4) Dapat melakukan gerakan pinggul.
(5) Dapat melakukan posisi badan, dan
(6) Bertanggung jawab. Adapun kriterianya adalah:
(a) 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai gerakan.
(b) 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai gerakan dan kadang-kadang tidak melakukan.
(c) 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan.
(d) 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Contoh
Petunjuk Penskoran :
Kamu akan memperoleh nilai :
Baik Sekali : apabila memperoleh skor 16 - 24
Baik : apabila memperoleh skor 11 - 15
Cukup apabila memperoleh skor -
Kurang : apabila memperoleh skor 1 - 6

Pembelajaran Atletik melalui Aktivitas Lari Jarak Pendek
A. Gerak Spesifik Lari Jarak Pendek
1. Gerak spesifik gerakan kaki (lihat Gambar . , yaitu kaki melangkah selebar dan secepat mungkin, kaki belakang saat menolak dari tanah harus tertendang lurus, dengan cepat lutut ditekuk secara wajar agar paha mudah terayun ke depan. Pendaratan kaki pada tanah menggunakan ujung telapak kaki dengan lutut agak menekuk.
2. Gerak spesifik gerakan ayunan lengan lengan diayun ke depan atas sebatas hid- ung, sikut ditekuk kurang lebih membentuk sudut 90°.
3. Gerak spesifik badan saat lari rileks dengan kepala segaris punggung, pandangan ke depan, badan condong ke depan.
Gambar 3.11 Prinsip dasar lari jarak pendek.
B. Gerak Spesifik Start Jongkok
Gambar 3.12 Prinsip dasar start jongkok.
1. Aba-aba “bersedia” (on your marks) (lihat Gambar 3.12), yaitu: posisi jongkok dengan lutut kaki belakang menempel pada tanah/ lintasan (track), kedua lengan dengan telunjuk dan ibu jari siap menyangga berat badan dengan posisi kedua lengan selebar bahu.
2. Aba-aba “siap” (Set) : lutut yang menempel pada tanah/lintasan (Track) diangkat bersamaan lutut kaki depan, posisi pinggul lebih tinggi dari bahu dan kepala agak menunduk rileks.
3. Aba-aba “Ya” (Go/bunyi tembakan pistol): dorongkan kaki depan pada start block, kaki belakang digerakkan ke depan dalam keadaan lutut tertekuk (lutut diangkat ke depan atas).
C. Gerak Spesifik Finish Lari Jarak Pendek
Gambar 3.13 Prinsip dasar inish lari jarak pendek.
Tahapan Pembelajaran
1. Terus berlari secepatnya melalui garis finish tanpa mengubah sikap lari (lihat
Gambar 3.13)
2. Membusungkan dada ke depan, kedua lengan ditarik ke belakang
3. Menjatuhkan salah satu bahu ke depan.
D. Variasi Gerak Spesifik Pembelajaran Lari Jarak Pendek
Akhir dari pembelajaran variasi gerak spesifik adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, penanaman nilai disiplin, menghargai perbedaan, tanggung jawab, dan kerja sama. Berikut bentuk pembelajarannya.

1. Aktivitas Pembelajaran Gerak Lari Jogging dengan Mengangkat Paha Tinggi dan Pendaratan Kaki Menggunakan Ujung Telapak Kaki
Gambar 3.14 Lari jogging dengan mengangkat paha tinggi dan pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki.
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.14. (2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan? (5) Fokuskan perhatian pengangkatan paha.
2. Aktivitas Pembelajaran Gerak Lari Cepat dengan Langkah Kaki Lebar
Gambar 3.15 Gerak lari cepat dengan langkah kaki lebar.

Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.15.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan? (5) Fokuskan perhatian pengangkatan paha.
3. Aktivitas Pembelajaran Gerak Reaksi &epat Start dari Posisi Duduk
Gambar 3.16 gerak reaksi cepat start dari posisi duduk.
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.16.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan?
(5) Fokuskan perhatian pada reaksi gerak.
4. Aktivitas Pembelajaran Gerak Reaksi Cepat Start dari Posisi Push-up
Gambar 3.17 Gerak reaksi cepat start dari posisi push-up.
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.17.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan?
(5) Fokuskan perhatian pada reaksi gerak.
5. Aktivitas Pembelajaran Gerak Start dari Jongkok dengan Hitungan
Gambar 3.18 Gerak start dari jongkok dengan hitungan.
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.18.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan?
(5) Fokuskan perhatian pada reaksi gerak.

Hitungan 1: berdiri tegak menghadap start block atau menghadap arah gerakan, kedua lengan lurus di samping badan, pandangan ke depan, jarak tempuh untuk lari 10-15 meter, dilakukan berkelompok.
Hitungan 2: lakukan posisi jongkok, kaki kiri di depan kaki kanan di belakang (bertumpu pada start block), kedua tangan dengan ibu jari dan telunjuk betumpu pada garis, pandangan ke depan.
Hitungan 3: pinggul diangkat ke atas bersamaan kedua lutut terangkat, posisi pinggul lebih tinggi dari pundak, pandangan ke depan.
Hitungan 4: kaki belakang diayun ke depan dengan lutut tertekuk bersamaan lengan kiri diayun ke depan, kaki kiri dengan kuat menolak pada start block.
6. Aktivitas Pembelajaran Gerak Reaksi Finish Diawali dengan Lari Gerakan finish
Gambar 3.19 Gerak reaksi finish diawali dengan lari.
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar 3.19,
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut, bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(4) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan?
(5) Fokuskan perhatian pada gerak merebahkan badan ke depan.
Dalam pembelajaran dapat dilakukan pemberian skor, baik yang dilakukan sesama teman ( peer teaching) atau diri sendiri (self assessment), dengan aspek yang diamati sebagai berikut:
(1) Bekerja sama saat belajar berjalan.
(2) Dapat melakukan gerak melangkah.
(3) Dapat melakukan gerak pendaratan kaki.
(4) Dapat melakukan gerakan pinggul.
(5) Dapat melakukan posisi badan, dan
(6) Bertanggung jawab. Adapun kriterianya adalah:
(a) 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai gerakan.
(b) 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai gerakan dan kadang-kadang tidak melakukan.
(c) 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan.
(d) 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan.

Demikiaan lah artikel tentang Pembelajaran Atletik melalui Aktivitas Jalan Cepat semoga artikel ini bermanfaat ,Sekian Terimakasih

0 Response to "Pembelajaran Atletik Melalui Aktivitas Jalan Cepat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel