Aktivitas Permainan Bola Kecil Melalui Permainan Bulu Tangkis

 https://pjok.guruindonesia.id
Lapangan Bulu Tangkis
1. Pengertian dan Asal Usul Permainan Bulu Tangkis 
Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan. Permainan bulu tangkis dapat dimainkan di dalam maupun di luar lapangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. Lapangan bulu tangkis dibagi menjadi dua sama besar dan dipisahkan oleh net. Alat yang dipergunakan adalah sebuah raket sebagai alat pemukul serta shutlecock sebagai bola yang dipukul.

Menurut sejarah, permainan bulu tangkis berasal dari permainan yang bernama Poona dan berasal dari India. Oleh beberapa perwira tentara Kerajaan Inggris yang menjajah India pada waktu itu, permainan ini dibawa ke Inggris dan dikembangkan di sana. Pada tahun 1873, permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter Shore, hingga karenanya permainan ini kemudian diberi nama badminton. Badminton atau bulu tangkis kemudian berkembang di banyak negara dan masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Belanda.

Karena perkembangannya sangat pesat, maka didirikan organisasi internasional untuk mengatur kegiatan bulu tangkis internasional dan diberi nama International Badminton Federation (IBF) pada tanggal 5 Juli 1934 yang beranggotakan persatuan-persatuan bulu tangkis dari beberapa negara.

Di Indonesia dibentuk organisasi induk tingkat nasional, yaitu Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Kemudian pada tahun 1953, Indonesia menjadi anggota IBF dan dengan demikian berhak untuk mengikuti pertandingan-pertandingan internasional. 

2. Perlengkapan dan Lapangan Bermain Bulu Tangkis
Perlengkapan yang dibutuhkan dalam permainan bulu tangkis antara lain:
a. Raket (Pemukul)
Raket merupakan alat pemukul yang sangat ringan dan kuat. Beratnya kurang dari 150 gram. Jenis-jenis raket yang dipergunakan dalam bermain bulu tangkis, antara lain berikut ini.

b. Shuttlecock
Terdiri dari bagian kepala dan bulu. Shuttlecock yang baik menggunakan gabus sebagai kepala dan dibungkus dengan kulit yang tipis dan kuat. Beratnya antara 73–85 grains (4,73–5,50 gram) dan harus mempunyai 14-16 helai bulu yang ditancapkan ke dalam gabus yang bergaris 1-1/8 inch atau 25-28 milimeter.
Bulunya harus berukuran 64-74 mm dari ujung atas sampai ke bagian yang rata pada gabus. Garis tengah atau diameter bagian atas shuttlecock 54-56 mm dan harus diikat dengan benang secara kuat atau bahan lain yang kuat.

c. Lapangan
Bentuk lapangan dan ukurannya dapat dilihat pada gambar di atas ini. 
Lantai lapangan dapat dibuat dari bahan berikut:
1) Lantai tanah atau pasir (umumnya lapangan luar ruangan)
2) Lantai kayu (wooder court)
3) Lantai dengan karpet sintetis (porta court)
4) Lantai semen atau tegel (court)
5) Ketentuan cara pembuatan lapangan

3. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik bermain bulu tangkis 
Dalam permainan bulu tangkis unsur utama yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang pemain bulu tangkis adalah gerak dasar dalam permainan bulu tangkis. Dalam permainan bulu tangkis kemampuan servis mutlak dikuasai oleh pemain. Salah melakukan servis berarti fatal, sedangkan unggul dalam servis berarti membuka kemungkinan mendapatkan angka. 
Tanpa penguasaan gerak dasar bermain bulu tangkis dengan baik, kamu tidak mungkin dapat bermain bulu tangkis dengan baik pula. Sekarang baca berbagai gerak dasar permainan bulu tangkis dengan cermat, kemudian bermainlah bersama-sama temanmu untuk mempraktikkan berbagai jenis keterampilan yang ada dalam buku ini, kemudian diskusikan cara bermain yang baik. Yakinlah “kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, dengan catatan kamu serius dan sepenuh hati melakukannya” Permainan bulu tangkis akan berhasil dengan baik apabila kamu terampil melakukan teknik bermain bulu tangkis 
Aktivitas pembelajaran gerak dasar bermain bulu tangkis adalah berikut ini.

a. Aktivitas pembelajaran memegang raket (grip) 
Cara memegang raket yang baik adalah suatu cara untuk menerima dan mengembalikan segala macam pukulan dengan mudah dan bebas. Cara memegang raket ini, berikut ini: 
1) Pegangan kampak atau pegangan Inggris
2) Pegangan geblok kasur atau pegangan Amerika
3) Pegangan gabungan atau pegangan berjabat tangan
4) Pegangan backhand

b. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik pukulan permainan bulu tangkis 
Gerak dasar memukul dalam permainan bulu tangkis terdiri dari: pukulan servis, pukulan lob, pukulan drop shot, pukulan smash, dan pukulan drive. Gerak dasar pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulu tangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan. 
Gerakan dasar melakukan pukulan bulu tangkis, sikap badan dan lengan disesuaikan dengan jenis pukulan, misalnya melakukan pukulan overhead, lob, smash, dan drop shot overhead atau chop dalam sikap pengambilan hampir sama posisinya.

Gerak dasar pukulan dalam permainan bulu tangkis di antaranya adalah berikut ini
1) Aktivitas pembelajaran gerak spesifik pukulan servis 
Pembelajaran pukulan servis merupakan pukulan dengan raket yang menerbangkan shuttlecock ke kotak servis lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai pembuka permainan dan merupakan suatu pukulan yang penting dalam permainan bulu tangkis.
Sekarang praktikkan pukulan permainan bulu tangkis dengan cara berikut ini.
Macam-macam pukulan servis antara lain:
a) Pukulan servis pendek (Short servis)
b) Servis panjang (Service lob)
c) Pukulan servis drive
d) Pukulan servis cambuk (Service flick)

2) Aktivitas pembelajaran gerak spesifik pukulan lob atau clear 
Pembelajaran pukulan lob (clear) adalah suatu pukulan dalam permainan bulu tangkis yang dilakukan dengan tujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan.
Cara melakukan gerak dasar pukulan lob atau melambung dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu:
a) Overhead lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang lapangan lawan.
b) Underhand lob, yaitu pukulan lob dari bawah yang dilakukan dengan memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan dilambungkan tinggi ke belakang lapangan lawan.

c. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran gerak spesifik pukulan permainan bulu tangkis 
Tujuan pembelajaran gerak spesifik jenis pukulan shuttlecock adalah untuk mengombinasikan gerakan-gerakan memukul shuttlecock yang telah dipelajari. Bentuk-bentuk pembelajaran gerak dasar memukul shuttlecock antara lain berikut ini.
  1. Aktivitas pembelajaran 1 : memukul forehand berpasangan atau kelompok dan berhadapan, di tempat, bergerak mundur, maju, menyamping, dalam formasi berbanjar yang telah melakukan gerakan memukul berpindah tempat.
  2. Aktivitas pembelajaran 2: memukul bola menggunakan pukulan forehand overhead, dilakukan berpasangan atau kelompok, di tempat, bergerak mundur, maju, menyamping dengan formasi berbanjar yang telah melakukan gerakan memukul berpindah tempat.
  3. Aktivitas pembelajaran 3 : memukul bola menggunakan pukulan backhand dilakukan berpasangan, kelompok, bergerak maju, mundur, dan menyamping dalam formasi berbanjar, yang telah melakukan gerak memukul berpindah tempat.
  4. Aktivitas pembelajaran 4: memukul bola menggunakan forehand dan backhand overhead berpasangan atau berkelompok, bergerak ke kiri dan ke kanan, dan bergerak berpindah tempat.
  5. Aktivitas pembelajaran bermain bulu tangkis dengan peraturan yang dimodifikasi, menggunakan pukulan servis dan pukulan forehand, backhand, bermain 3 lawan 3 pihak yang bolanya banyak mati dianggap kalah (dilakukan ± 8 – 10 menit).

0 Response to "Aktivitas Permainan Bola Kecil Melalui Permainan Bulu Tangkis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel